Bahan Baku Pupuk Organik

     Bahan baku yang kami gunakan dalam prmbuatan pupuk organik granul antara lain:

1. KOMPOS
Kompos dan pupuk kandang merupakan bahan baku utama kami. Kompos bisa dibuat dari bahan-bahan organik apa saja, seperti: sampah organik, sisa jerami, sisa tanaman, limbah agroindustri dan lain-lain. Pupuk kandang sebenarnya juga kompos, tetapi bahan baku dasarnya adalah kotoran ternak. Semua kotoran ternak dapat dibuat pupuk kandang, seperti kotoran sapi, kotoran ayam, kotorang kambing, bahkan kotoran manusia juga bisa. Yang perlu diperhatikan adalah semua bahan-bahan ini harus dikomposkan terlebih dahulu. Bahan-bahan organik yang masih ‘mentah’ tidak bisa dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik.
Bahan lain yang cukup mudah diperoleh adalah humus yang ada di penampungan-penampungan sampah. Umumnya sampah-sampah sudah ditampung selama bertahun-tahun. Sampah-sampah organik telah mengalami dekomposisi. Humus ini dapat diambil dan dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik. Masalahnya humus ini bercampur dengan sampah-sampah non organik yang perlu dipisahkan terlebih dahulu. Masalah berikutnya adalah kemungkinan terkontaminasi logam berat atau bahan-bahan beracun lainnya.
Bahan kompos atau pupuk kandang dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana: dijemur. Dapat juga dengan dikeringkan menggunakan mesin pengering. Hanya saja cara ini perlu dipertimbangkan biayanya, karena menggunakan bahan bakar solar atau minyak tanah. Pengeringan dilakukan sampai kadar air kompos di bawah 15%.
Kompos yang sudah kering selanjutnya dihaluskan. Tingkat kehalusan yang baik untuk pembuatan granul adalah 80 – 100 mesh. Penghalusan kompos menggunakan hammer mill (mesin penepung) atau mesin cacah. Di bagian ujung mesin itu diberi saringan ukuran 80 – 100 mesh. 

2.FOSFAT ALAM
Fosfat alam merupakan salah satu pupuk fosfat alami karena berasal dari bahan tambang. Fosfat alam mengandung fosfat yang sangat bervariasi. Fosfat alam yang bagus mengandung fosfat alam (P2O5) lebih dari 30%. Umumnya kandungan fosfat alam sangat rendah bahkan kurang dari 20%. Fosfat alam yang baru ditambang ada yang berupa batuan yang keras dan ada juga yang lunak.
Jika akan menggunakan fosfat alam sebaiknya diteliti dahulu kandungan fofatnya. Saran selalu mengirimkan sampel fosfat alam ke lab untuk setiap pengiriman fofat alam. Khususnya jika fosfat alam yang berasal dari dalam negeri, karena kandungan fosfatnya sangat bervariasi. Jangan sampai anda dikomplain karena kandungan fosfatnya kurang dari spek.
Jika memungkinkan pesan fosfat alam dengan tingkat kehalusan 80 – 100 mesh. Tetapi kadang-kadang orang juga menjual fosfat alam yang kasar jadi perlu dihaluskan terlebih dahulu. Menghaluskan fofat alam bisa menggunakan hammer mill atau mesin penepung. 

3.DOLOMIT
    Dolomit adalah salah satu sumber hara Mg yang juga alami. Dolomit mirip dengan fosfat alam dan sering ditemukan di tambang yang berdekatan. Dolomit juga dipesan dengan kehalusan 80 – 100 mesh.


4.KAPTAN
    Kaptan lebih sangat mirip dengan dolomit. Kaptan tidak memiliki hara makro. Penggunaan kaptan lebih banyak sebagai bahan pengisi dan untuk meningkatkan pH.


5.GAMBUT
    Gambut merupakan sumber bahan organik selain kompos. Gambut bereaksi lebih masam daripada kompos. Gambut juga tersedia melimpah dan mudah didapat. Gambut sebaiknya dipilih gambut yang tua. Seperti bahan baku yang lain, ukura kehalusan gambut antara 80 – 90 mesh.


6. ZEOLIT
     Zeolit bukan merupakan sumber hara utama, tetapi zeolit memiliki sifat khusus yang dapat meningkatkan KTK (Kapasitas Tukar Kation) tanah.